Kamis, 04 Juli 2013

Robiatul Adawiah

Robiatul Adawiah







A Little thing about Kak Mbiiea, that I know :))


Seorang Cewek 18 tahun. .
Seorang Cewek Berhijab. .
Seorang Cewek Beriman & Bertaqwa. .
Seorang Cewek yang Cantiknya kebangetan. . *terlalu jujur*
Dan. .
Seorang Cewek yang Baik, Ramah, Dan Cerdas ( Kayaknya :) soalnya belum pernah ketemu hehehe, maaf kak )

I wish semoga di lain waktu kita bisa bertemu, SECEPATNYA, kalo bisa!! *maksa*

Sepintas mungkin akan terasa aneh jika seorang cowok menulis something about hal yang berkaitan dengan cewek. . semacam Diary gitu, tapi dalam media yang berbeda. Biarlah orang berkata apa, yang penting rasa aneh seperti ini hilang dari pikiran. (jangan mikir macem" yak kak, Positive Thinkin' hehehe )

Perkenalan pertama aku dengan kakak yang satu ini sudah sangat lama (jika dihitung dalam ratusan menit, mungkin ribuan menit hehe ) dalam sebuah akun social networking. Dalam percakapan yang sangat ringan yaitu dengan menanyakan kabar. So, it's not problem with myself. semua orang berhak menanyakan kabar. bukan begitu kak? :))

Dari jawabannya, aku udah bisa liat kalo kakak yang satu ini beda dengan kakak yang lain, bahkan dengan kakak kandungku sendiri. (percaya deh )

Dari cara berbicaranya, ya cara berbicaranya! sangat sopan. . ramah. . atau apalah itu. Mungkin itu efek dari Hijabnya, mungkin dari cara mendidik, atauu juga lingkungan, entahlah. *berpikir keras*

Mungkin juga ini yang membedakanku dengan cowok lain. Feelings yang sangat tajam, penyuka lagu melow (55% dari 100%), sifat yang kalem ( mayoritas cowok agresif loh :o ). Mangkannya aku jadi cepat feels something. Loh ko jadi ngomongin si penulis ya (gak nyambung! biarin :p) hehehe maaf kak :)

Aku masih bingung, kenapa sampai ada keinginan untuk menulis tentang kak mbiie ini. ada rasa apa sampai aku segininya. Memang sih aku sering menulis di blog, tapi tanpa satu orang pun dari tulisanku ini yang menceritakan seorang cewek. Next, mungkin kakak bisa menjelaskan :))

Aku janji gak akan gitu aja ngelupain kakak, cukup perasaan ingin menulis tentang kakak aja yang aku lupakan. Engga jadi deng, semua aku simpan ( dalam hati kalau bisa ) *berdo'a* hahaha

Sifat Baik, Lucu, Gaul, dan Aneh kakak. . Will always be save in my mind, trust me :)))

Maaf selama ini aku selalu ngestalk-in Timeline kakak, dan maaf juga aku suka Save-in foto kakak. Tapi aku simpen di file rahasia ko, yang hanya bisa dilihat oleh diriku sendiri. Boleh ya boleh ya yaa. . *sedih* *efek dengerin instrument Alexander Desplate*

Keep Tweeting for Funny, Good, Motivation, and Akwward hahaha *lmfao
I love U kak mbiiea :)))

Senin, 10 Juni 2013

Taktik Dan Strategi


Taktik adalah suatu siasat atau akal yang dirancang dan akan dilaksanakan dalam permainan oleh perorangan, kelompok, maupun tim untuk memenangkan suatu pertandingan secara sportif.

Pada hakikatnya, penggunaan taktik dalam sepakbola adalah suatu usaha mengembangkan kemampuan berpikir, kreativitas, serta improvisasi untuk menentukan altenatif terbaik memecahkan masalah yang dihadapi dalam suatu pertandingan secara efektif, efesien, dan produktif dalam rangka memperoleh hasil yang maksimal yaitu sebuah kemenangan dalam pertandingan.

Strategi adalah suatu siasat atau akal yang dirancang sebelum pertandingan berlangsung dan digunakan oleh pemain maupun pelatih untuk memenangkan pertandingan yang dilaksanakan secara sportif dan sehat.

Strategi mengacu pada gerakan-gerakan yang dibutuhkan dalam pertandingan. Kedudukan strategi dalam olahraga memiliki makna sebagai pendukung aspek taktik olahraga. Dengan demikian, antara taktik dan strategi memiliki perbedaan, akan tetapi dalam pelaksanaannya keduanya saling berkaitan serta mendukung untukmencapai tujuan yang sama, yaitu memenangkan pertandingan.

Taktik dalam aplikasinya secara garis besar dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Taktik Penyerangan.

Taktik penyerangan diartikan sebagai suatu siasat yang dijalankan oleh perorongan, kelompok,maupun tim terhadap lawan dengan tujuan memimpin dan mematahkan pertahanan dalam rangka memenangkan pertandingan secara sportif.

Taktik penyerangan dapat dibedakan menjadi:

a. Taktik mencari tempat kosong di antara pemain lawan.
b. Taktik melakukan gerakan tersusun, baik yang membawa bola maupun tidak (memanfaatkan lebar lapangan).
c. Taktik bermain ketat (jeli melihat peluang).

2. Taktik Pertahanan

Taktik pertahanan diartikan sebagai suatu siasat yang dijalankan oleh perorangan,kelompok, maupun tim terhadap lawan dengan tujuan menahan serangan lawan agar tidak mengalami kekalahan atau kelelahan dalam pertandingan.

Taktik pertahanan dapat dibedakan menjadi:

a. Man to man defence, setiap pemain membayangi satu lawan (satu lawan satu).
b. Zone defence, setiap pemain bertanggung jawab atas daerah pertahanannya.
c. Kombinasi, yaitu taktik man to man defence dan zone defence.

3. Taktik Perorangan

Taktik perorangan diartikan sebagai siasat yang dilakukan oleh seorang pemain dalam menggunakan kemampuan fisik, teknik, dan mental yang dilakukan dengan proses yang cepat untuk menghadapi masalah yang terjadi dalam suatu pertandingan.

4. Grup Taktik

Grup taktik diartikan suatu siasat yang dijalankan dua orang pemain atau lebih dalam melakukan pertahanan dan penyerangan untuk mencari kemenangan secara sportif pada suatu pertandingan.

5. Kolektif Taktik

Kolektif taktik diartikan suatu siasat yangdijalankan oleh suatu regu dalam menjalin kerja sama untuk mencari kemenangan dalam suatu pertandingan.



Cara Menentukan Taktik

Dalam menentukan taktik perlu memperhatikan hal-hal seperti berikut:

1. Apa yang bisa dilakukan pemain saat bertanding.
2. Pelatih harus mengetahui atau paham benar akan kemampuan para pemainnya sendiri dan pemain calon lawan.
3. Pemberian tugas kepada pemainnya dalam menghadapi kesebelasan calon lawan harus diuji coba dalam latihan.
4. Harus mengetahui terlebih dahulu taktik yang biasa digunakan oleh calon lawan.
5. Memperhatikan situasi penonton dan kondisi lapangan.



Taktik dalam permainan sepakbola sangat dipengaruhi oleh dasar-dasar bermain sepakbola, antara lain sebagai berikut:

1. Teknik atau keterampilan bermain (skill)

Bagaimanapun sederhananya taktik yang dilakukan, tidak mungkin dapat dikerjakan tanpa penguasaan teknik atau keterampilan yang baik. Artinya, teknik dasar bermain bola harus dapat dikuasai dengan baik.

2. Kondisi fisik atau kesegaran jasmani

Taktik harus di dasari dengan kondisi fisik yang baik, yaitu tentang dasar-dasar atletik, daya tahan, kekuatan, kecepatan, kelincahan. Tanpa adanya hal tersebut taktik yang diterapkan tidak akan dapat berjalan secara optimal.

3. Kecerdasan, daya ingat dan mental yang baik

Untuk dapat menjalankan taktik secara baik pemain harus ditunjang dengan kecerdasan, daya ingat untuk berpikir cepat dalam permainan, di samping mental yang kuat untuk tidak takut terhadap terror pemain lawan maupun penonton.

4. Pemain mengerti peraturan permainan

Supaya pemain dapat melaksanakan permainan dengan baik dan sportif maka setiap pemain harus mengerti dan menguasai peraturan permainan.


Formasi dalam bermain sepakbola

Formasi (sistem) dalam permainan sepakbola yang ditetapkan pada peratuaran sepakbola adalah cara penempatan, ruang gerak serta pembagian tugas dari setiap pemain dengan posisi yang di tempatinya. Hal tersebut berlaku baik pada saat melakukan penyerangan maupun pada waktu melaksanakan pertahanan. Dengan sistem ini, setiap pemain telah mengetahui tugas utamanya, daerah atau ruang gerak masing-masing, memahami apa yang harus dilakukan pada saat menyerang atau bertahan dan kemana harus bergerak.

Dengan formasi, maka pola penyerangan dan pertahanan akan terkoordinir dengan rapi dan kerja sama akan jauh lebih terarah. Setiap formasi mempunyai ciri-ciri dan menuntut kualitas atau tingkat kemampuan pemain yang berbeda-beda. Bahkan setiap posisi pemain dalam sistem tertentu memerlukan kualitas pemain yang tidak sama.



Beberapa contoh formasi yang biasa dilakukan dalam permainan sepakbola:

1. 3 – 5 – 2 : 3 pemain belakang, 5 pemain tengah, dan 2 pemain depan.
2. 4 – 3 – 3 : 4 pemain belakang, 3 pemain tengah, dan 3 pemain depan.
3. 4 – 4 – 2 : 4 pemain belakang, 4 pemain tengah, dan 2 pemain depan
4. 4 – 5 – 1 : 4 pemain belakang, 5 pemain tengah, dan 1 pemain depan.
5. 4 – 2 – 4 : 4 pemain belakang, 2 pemain tengah, dan 4 pemain penyerang.
6. 4 – 2 – 3 - 1 : 4 pemain belakang, 2 pemain tengah, 3 pemain gelandang serang dan 1 penyerang.
7. 4 – 2 – 1 - 3 : 4 pemain belakang, 2 pemain tengah, 1 playmaker dan 3 penyerang.
8. 3 – 4 – 1 - 2 : 3 pemain belakang, 4 pemain tengah, 1 playmaker dan 2 penyerang.
9. 3 – 4 – 2 - 1 : 3 pemain belakang, 4 pemain tengah, 2 penyerang lubang dan 1 penyerang tunggal.
10. Dan seterusnya.

Demikian yang bisa kami bahas tentang taktik, strategi dan formasi dalam bermain sepakbola. Semoga bermanfaat.

* Foto-foto: AFP
* Akun twitter penulis :@taufikjursal dari @ssbindonesia

Jumat, 17 Mei 2013

Brazilian Player Comeback

PERSIB. . menjelang transfer windows 1, para bobotoh atau pecinta Persib Bandung dihebohkan dengan wacana pertukaran pemain yang mengaitkan nama jenderal lapangan tengah tim ini yaitu Firman Utina dan memasukkan nama-nama bintang seperti Gustavo Lopez (Persela), Fabiano Da Rossa (Persija), Andik Vermansyah (Persebaya IPL) sampapi Hilton Moreira (Sriwijaya FC).

Menariknya, dari rumor tersebut hanya satu nama yang berhasil di kontrak oleh manajemen. Dia adalah 'mantan' striker Persib Bandung era kepelatihan Jaya Hartono, ya! dia adalah Hilton Moreira. Hilton sepakat bergabung kembali dengan catatan Persib harus memberikan Herman Dzumafo kepada tim Sriwijaya FC sebagai pemilik Hilton. Dengan kesepakatan itu maka terjadilah pertukaran pemain.

Hilton pernah bermain bersama Persib selama 3 tahun yaitu pada tahun 2008 hingga 2011. Di musim pertamanya berbaju Persib, ia berhasil mencetak 15 gol dan membuatnya menjadi Top Score Persib. Sedangkan di musim kedua, ia hanya berhasil mencetak 10 gol dan menjadikannya pencetak gol kedua terbanyak Persib setelah Christian Gonzales, yang menjadi tandemnya di lini depan Persib saat itu.

Mencetak hasil cemerlang di musim pertamanya bersama Persib, pemain ini malah harus absen cukup lama karena cedera lutut parah yang dia dapat pada akhir tahun 2010. musim 2010-2011 bergulir, Hilton comeback bersama Persib, namun permainannya tak kunjung membaik. Akibat kejadian itu, performa Hilton di anggap menurun oleh manajemen. Dan di musim 2011-2012, dia tidak diperpanjang. Hilton memutuskan melanjutkan karirnya di Sriwijaya dengan status free transfer. 

Di Sriwijaya, Hilton mulai bangkit. Di musim pertamanya, dia mampu membawa Sriwijaya menjadi kampiun Indonesia Super League dan mencetak 18 gol.

Penampilannya yang bagus bersama Sriwijaya, membuat banyak tim mengajaknya untuk bergabung. Namun manajemen Sriwijaya tidak ingin pemain yang membawa timnya menjadi kampiun ini pergi, mereka mematok harga yang sangat tinggi untuk pemain ini agar tidak pergi.

Setelah setengah musim terlewati, saat transfer windows resmi dibuka. Kabar mengejutkan itu datang, Manajemen Persib dan Sriwijaya sepakat melakukan pertukaran pemain yang melibatkan Dzumafo (Persib) dengan Hilton (Sriwijaya).

Jika dilihat dari raihan gol kedua pemain ini selama setengah musim, baik Dzumafo maupun Hilton sama-sama berada di angka kurang dari 10 gol. Tapi, kedua manajemen tim menilai, pertukaran kedua pemain ini cocok dengan gaya permainan masing-masing tim saat ini.

Dalam hal penempatan pemain, Hilton lebih memiliki banyak posisi bermain dibanding Dzumafo. Opsi pertama adalah formasi 4-4-2, Hilton bisa ditempatkan pada posisi target man atau second striker. Opsi kedua adalah memakai formasi 4-3-3, pemain ini bisa menempati dua posisi yaitu sebagai target man atau winger.

Dilihat dari penempatan posisi bermain seorang Hilton Moreira, semoga ini menjadi tanda tim JUARA yang akan JUARA lagi. Inilah harapan kita semua!

'penulis : @A6Luqman'


Selasa, 07 Mei 2013

Walk Out dalam sepakbola

Walk Out dalam arti bahasa Indonesia adalah mogok atau meninggalkan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, mogok mempunyai arti tidak dapat berjalan (bekerja) sebagaimana mestinya.

Dalam permainan sepakbola WO atau mogok main dapat dilakukan semua tim tak terkecuali tim besar, mereka dapat melakukan hal itu karena berbagai macam hal dan pertimbangan. Masih dalam hal permainan sepakbola, jika suatu team bertanding dan salah satu lawannya 'memilih' mogok atau meninggalkan pertandingan dalam sebuah kompetisi, maka tim itu tidak akan mendapatkan poin, tidak akan mendapatkan pundi-pundi goal. Bahkan yang akan mereka dapatkan hanyalah gawang mereka kebobolan 3 goal tanpa balas, tanpa tambahan poin, dan lebih sialnya lagi mereka bisa langsung di hukum angkat koper lebih dulu daripada team kontestan yang lain. Sistem ini sudah diberlakukan di persepakbolaan Eropa khususnya di Inggris, yang dikenal sebagai 'nenek moyangnya' sepakbola dunia.

Kontestan yang melakukan mogok main tidak dapat mengikuti kompetisi selanjutnya dan di denda oleh federasi sepakbola negaranya masing-masing, karena dapat merusak antusiasme dari sebuah kompetisi tersebut. Dari data tersebut jelas jika Walk Out sangat dilarang dalam sebuah permainan.

Jika kita berbicara WO dalam persepakbolaan Indonesia, seakan hal itu bukan lagi sebuah pelanggaran tetapi bisa dikatakan 'tradisi'. Tradisi adalah Adat atau Kebiasaan yang turun temurun dari nenek moyang, yang masih dijalankan masyarakatnya. Tradisi itu sulit dihentikan atau bahkan mustahil karena berbagai faktor keadaan team itu sendiri. Di persepakbolaan Indonesia, faktor yang mendorong kejadian ini adalah hal yang bisa dibilang sepele jika Standarnya adalah Dana.

Di Eropa yang mayoritas persepakbolaannya maju, Dana bukan lagi problem serius karena orang-orang yang bekerja di dalam team adalah orang-orang yang Profesional, Total, dan Loyal kepada klub.

Lebih memilukan lagi adalah kontestan yang ikut berkompetisi di AFC Cup yang berasal dari kompetisi dalam negeri yaitu Persibo. Karena masalah yang terjadi di Federasi sepakbolanya, klub pun harus ikut kena dampaknya. Mereka mengancam akan mogok main karena ketiadaan anggaran team untuk menjalani partai away ke team AFC Cup lainnya. Akhirnya team itu bisa berangkat dengan team yang 'seadanya' karena didanai oleh PSSI. Yang akhirnya pun meninggalkan cerita kelam bagi persepakbolaan negeri ini, dengan membawa score yang sangat memalukan di sebuah kompetisi besar sekelas Championship Asia.

Pertanyaannya, apakah Walk Out 'diperlukan' di pesepakbolaan Indonesia yang mayoritas masih berskala Semi-Profesional. Hanya mereka yang bisa menjawab. Wassalam :)

Penulis : @A6Luqman


Sabtu, 04 Mei 2013

Total Football


Apa itu Total Football? Bagi Anda para pecinta olah raga sepak bola, istilah ini tentunya bukan lagi sesuatu yang asing. Terlebih lagi jika Anda adalah seorang penggemar fanatik tim orange Belanda di lapangan hijau.
Total football di dalam bahasa Belanda disebut dengan totaalvoetbal. Total football sendiri merupakan salah satu strategi bermain di lapangan hijau yang diciptakan pertama kali oleh tim Belanda, yakni taktik permainan di lapangan yang memungkinkan seluruh pemain bertukar posisi atau permutasi posisi secara konstan dan terus menerus sambil berupaya menekan para pemain lawan yang sedang menguasai bola.

Dengan demikian, taktik tersebut mengharuskan sebuah tim diisi oleh para pemain yang memiliki skill dan kemampuan menyerang serta bertahan yang sama baiknya serta mempunyai stamina fisik yang prima untuk bisa tampil dengan kemampuan yang konstan selama 90 menit atau masa pertandingan berjalan.

Taktik bermain model total football tersebut untuk pertama kalinya dipopulerkan oleh klub di Belanda yakni Ajax Amsterdam sekitar tagun 1969 hingga 1973. Tim Nasional Belanda sendiri selanjutnya memilih gaya total football tersebut sebagai senjata mereka pada Piala Dunia tahun 1974. Gaya ini terus menjadi karakter khas tim Orange dan klub Ajax Amsterdam hingga masa kini.

Orang yang pertama kali memperkenalkan gaya total football itu sendiri adalah seorang pelatih klib Ajax Amsterdam yang bernama Rinus Michels. Kemudian seorang pelatih lainnya bernama Johan Cruijff melakukan modefikasi gaya tersebut saat melatih tim FC Barcelona.

Taktik bermain yang ditemukan oleh klub Ajax Amsterdam tersebut mencapai puncak kejayaan saat klub tersebut mampu mencetak rekor pertandingan yang selalu menang selama 46 kali masa pertandingan selama dua musim, yakni tahun 1971-1972 dan 1972-1973.

Tak hanya itu, berkat gaya baru yang ditemukan tersebut Ajax Amsterdam mampu meraih lima buah prestasi gemilang, diantaranya adalah (Juara Liga, Juara Piala KNVB,Juara Piala Champion, Juara Piala Super Eropa dan Juara Piala Interkontinental).

Karakter khas yang dimiliki Tim Nasional Belanda melalui gaya total football-nya tersebut menjadikan Belanda sebagai salah satu tim dunia yang banyak diunggulkan banyak orang. Termasuk mungkin kita sebagai masyarakat Indonesia. Meskipun Belanda telah dikenang menjajah Indonesia selama 350 tahun, namun tak sedikit saat ini orang Indonesia yang fanatik dengan tim orange tersebut.

Total football Belanda telah menjadikan negara ini menjadi jejak awal yang kemudian diikuti oleh negara-negara lainnya dalam menemukan strategi di lapangan hijau. Diantaranya adalah Italia dengan Catennacio-nya, klub Barcelona dengan Tika-Taka serta Inggris dengan gaya Kick n Rush-nya.

Bagaimana dengan Tim Nasional Indonesia? Bila ingin menjadi salah satu tim yang dipandang dunia, agaknya perlu ada gebrakan baru strategi di lapangan hijau untuk mengatasi kendala-kendala klasik para pemain nasional di lapangan.

Meskipun Liga Belanda yakni Eredivisie tidak mempunya tingkat popularitas liga sehebat Premier League-Inggris atau juga La Liga-Spanyol, namun kita tidak bisa memandang remeh soal kualitas para pemain Belanda. Mereka umumnya adalah para pemain yang memiliki kualitas induvidual cukup bagus di lapangan.
Pada musim Piala Eeuro tahun 2012 lalu, kiprah Belanda sebagai salah satu finalis Piala Dunia tahun 2010 yang lalu tersebut menuai hasil yang buruk. Yakni saat mereka bertemu dengan Jerman, Portugal dan Denmark yang menjadi grup neraka bagi Belanda.

Salah satu penyebab hal tersebut adalah akibat keberanian pelatih Bert van Marwijk yg merubah permainan Belanda dari gaya menyerang ke pragmatis.

Kurikulum dan Pedoman Dasar Sepakbola Indonesia 

untuk kali pertama, Indonesia memiliki kurikulum sepakbola. Berisi pedoman pendidikan sepakbola usia dini, muda hingga jenjang senior, buku ini disusun oleh pelatih berkebangsaan Jerman, Timo Scheunemann. Terdiri dari 10 bab, kurikulum ini berisi panduan pendidikan sepakbola yang terbilang lengkap. Di dalamnya dijabarkan mulai dari yang paling dasar seperti prinsip bermain, konsep melatih, kurikulum berdasarkan umur, hingga hal-hal yang lebih detil seperti teori sepakbola modern, teori latihan fisik sampai mencegah dan merawat cedera serta pemahaman dasar peraturan pertandingan.

Kemunculan kurikulum sepakbola ini sudah sangat dinanti-nantikan dunia sepakbola tanah air. Selama ini pengembangan serta pembibitan usia muda jadi hal yang selalu terlupakan, hal mana membuat prestasi sepakbola Indonesia makin tertinggal bahkan dari tetangga Asia Tenggara.

“Salah satu kelemahan yang paling mendasar dalam pembinaan ‘grass root’ (U5-U12) dan usia muda (U13-U20) di Indonesia adalah fokus SSB yang salah; fokus SSB lebih ke arah menggapai kemenangan daripada membina pemain hingga bisa mencapai potensi maksimalnya. SSB sibuk menggapai prestasi sebagai klub hingga lupa bahwa prestasi sebenarnya adalah pembentukan pemain secara menyeluruh,” tulis Timo dalam kata sambutan kurikulum.

“Kurikulum ini adalah bagian dari langkah-langkah konkret yang dilakukan oleh Badan Usia Muda PSSI. Dengan adanya kurikulum ini harapan kami program latihan di semua SSB di seluruh Indonesia menjadi; (1) lebih berkualitas , (2) lebih “age specific” atau tepat usia, (3) lebih terarah secara baku atau dengan kata lain memiliki standar yang sama,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI itu.

Meski menitikberatkan pada pembinaan usia dini (U5-U12) dan muda (U13-U20), kurikulum ini juga bisa digunakan untuk pemain senior. Kurikulum ini akan disebarkan ke seluruh sekolah sepakbola di Indonesia, dan diharapkan bisa menjadi panduan baku buat pembinaan usia muda mulai dari rumah dan sekolah.

Untuk mendapatkan kurikulum ini, siapa saja bisa men-download dengan cuma-cuma melalui situs binasepakbola.com.

Strategi Tiki-Taka Barcelona dan Timnas Spanyol 

Apa bedanya sepakbola milik Spanyol dengan sepakbola milik Indonesia? Sementara Spanyol sudah menampilkan permainan cantik bertajuk “Tiki-Taka”, Indonesia masih terjebak dalam teka-teki. Tiki-taka (atau tiqui-taca dalam pelafalan bahasa Spanyol) belakangan mendunia sejak Barcelona dan tim nasional Spanyol memeragakannya di lapangan sepakbola. Gaya permainan tersebut terkenal dengan operan-operan pendek dan pergerakan pemainnya dalam mencari ruang-ruang kosong di lapangan. Dengan satu atau dua sentuhan, bola pun sudah ada di depan area lawan. Sungguh membuat takjub.

Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa Tiki-Taka adalah pengembangan sepakbola modern terhadap Total Football. Setidaknya, setiap tim yang memeragakan gaya sepakbola tersebut mewajibkan para pemainnya bergerak secara fluid (cair atau mengalir) dan menerapkan pressing tinggi. Sid Lowe, seorang kolumnis Inggris yang berbasis di Spanyol, menyebut bahwa gaya permainan tersebut, plus agresivitas khas Spanyol, telah membuat La Furia Roja memenangi Piala Dunia 2010.

Demikianlah sepakbola modern. Apa yang dibahas sudah sampai pada titik evolusi permainan hingga evolusi posisi pemain. Dunia sepakbola kini mengenal istilah ‘false 10′ dan ‘false 9′, untuk seorang pengatur permainan dan penyerang yang tidak terpatok pada tugas aslinya–false 9 sering diartikan sebagai penyerang tengah yang kerap turun jauh ke lini kedua–, hingga ‘inverted winger’ untuk seorang pemain sayap yang ditempatkan pada sisi lapangan yang berseberangan dengan kemampuan kakinya–contoh: pemain sayap yang dominan menggunakan kaki kanan ditempatkan sebagai sayap kiri.

Di luar lapangan, banyak konsep menarik yang sudah diterapkan federasi negara masing-masing demi memperbaiki permainan tim nasionalnya. Juergen Klinsmann, ketika masih menangani tim nasional Jerman, pernah meminta kepada DFB untuk mengenalkan skema permainan yang diinginkannya kepada klub-klub Bundesliga. Hal serupa juga dilakukan RFEF (Federasi Sepakbola Spanyol) yang meminta kepada tim nasional untuk remaja, di bawah usia 17, 19 dan 21 tahun memainkan pola yang sama dengan tim senior yang sudah memenangi Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.

Oleh karenanya, jangan heran jika talenta-talenta Jerman dan Spanyol seperti tidak ada habis-habisnya. Setelah Thomas Mueller, kini muncul Mario Goetze. Setelah Andres Iniesta, kini muncul Iker Muniain, dan demikianlah seterusnya. Apa yang mereka pikirkan sudah terfokus pada hasil yang harus diperoleh di lapangan, tanpa persoalan remeh-temeh lainnya. Kompetisi dijadikan ajang untuk mengasah kemampuan supaya kualitas tim nasional juga tetap terjaga.